Kepulauan Aru,ExposeJargaria.com– Pemerintah Daerah Kepulauan Aru secara resmi menghentikan pengoperasian Tol Laut di kepulauan Aru,Pemerintah Daerah beralasan,selama kurang lebih 10 tahun, beroperasi Tol Laut yang kininjadi program unggulan pemerintah itu tidak mampu menekan tingginya harga sembilan bahan pokok dimasyarakat.
” Kalian sebagai masyarakat kan lihat dampak Tol Laut selama sepuluh tahun terakhir, pengoperasiannya di Aru ini seperti apa,selama sepuluh tahun ini pengoperasian Tol Laut di Aru tidak berdampak positif atau tidak ada sesuatu yang sesuai dengan tujuan Tol Laut yaitu, bagaimana harga barang pusat dan daerah itu bisa sinkron, itu tujuan pemerintah ya seperti itu ”
Hal ini disampaikan Bupati Aru Timotius Kaidel kepada sejumlah wartawan di Dobo beberapa waktu lalu saat memimpin pengambilan sumpah janji dan pelantikan 183 ASN PPPK tahap II.
Program Tol laut yang dicanangkan pemerintah pusat menurutnya, tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kepulauan Aru dengan cepat, suplay kebutuhan pokok di daerah seringkali mengalami keterlambatan karena terkendala jarak dan waktu, sehingga harga pasar selalu tidak stabil dan terus mengalami lonjakan.
“Jadi kita harus jujur bilang, bahwa pengoperasian Tol Laut jelas tidak berdampak apa-apa bagi kita. Baik dari segi stok barang sampai stabilnya harga barang kita, ya tidak ada sisi negatifnya kan,”beber Bupati.
Namun demikian, untuk tetap menjaga mata rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat tidak putus akibat penghentian pengoperasian To Laut tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru akan beralih ke kapal reguler. Kebijakan ini, kata Bupati, bertujuan untuk menjawab semua penyuplaian barang-barang kebutuhan masyarakat Kepulauan Aru dengan cepat.
“Jadi begini, Tol Laut ini kalau jarak satu bulan satu kali masuk, berarti akan terjadi kekosongan penyuplaian barang-barang kebutuhan pokok, maka sudah jelas akan terjadi kelangkaan barang, dan akan berdampak pada naiknya harga barang kita, dan sebagai kepala daerah ini kita tidak mau terjadi. Olehnya itu, kita buka armada reguler supaya lebih cepat penyulaian barang kebutuhan kita,”ujar Bupati
Di sisi lain, Bupati juga meyakini bahwa dengan adanya kebijakan seperti ini, maka akan menjawab kebutuhan ivestasi perikanan yang sudah mulai membaik. Pemerintah Daerah, lanjutnya, dituntut untuk aktifitas pelabuhan-pelabuhan dan bandara harus bisa mensuport, sehingga distribusi barang tetap terjaga. Hal ini menjadi alasan utama Pemerintah Daerah mengambil langkah untuk menghentikan pengoperasian Tol Laut dan membuka peluang bagi semua kapal reguler, transportasi umum, kargo untuk secepatnya beroperasi di Kepualuan Aru sehingga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.
Di singgung soal regulasi, Kaidel mengaku tidak ada masalah, sebab menutnya, pengoperasian Tol Laut tergantung kebijakan daerah karena diperuntuhkan bagi daerah. “Jadi dari sisi regulasi atau aturan, tidak ada masalah. Memang benar bahwa pengoperasian Tol Laut adalah program nasional, namun apakah dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah secara cepat atau tidak? Kalau tidak mampu maka pemerintah wajib mengajukan penghentian pengoperasian Tol Laut,” pungkasnya.
Dijelaskan bahwa kondisi yang sama bukan hanya terjadi di Aru, namun terjadi juga di daerah-daerah lain, termasih di Kota Tual, sehingga Pemerintah Kota Tual mengambil langka cepat dan sudah ada lima Kapal Reguler yang beroperasi melayani ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di sana.
“Jadi kalau Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menghentikan pengoperasian Tol Laut, maka akan ada juga lima pelayaran reguler yang siap beroperasi di Kepulauan Aru. Dengan demikian, setiap minggu akan ada kapal regular yang beroprasi untuk menyuplai barang kebutuhan pokok masyarakat,’’ jelasnya lagi.
Bupati dengan latar belakang Pengusaha itu, meyakini, dengan adanya lima kapal reguler yang akan menyuplay barang di Kabupaten Kepulauan Aru secara mobile setiap minggu, maka penyediaan barang kebutuhan pokok akan kembali stabil, harga barang akan turun, sehingga mampu di jangkau oleh rayak kecil.
“Kalau Kota Tual ada lima armada kapal reguler, maka kita juga dalam waktu dekat ada lima kapal reguler yang siap layani penyuplaian barang kebutuhan pokok cepat secara mobail. Dan ini akan membawa dampak bagi kita,” yakinya.
“Stok barang-barang kebutuhan pokok tidak akan putus karena saling bergantian menyuplay barang. Ini juga tidak akan menimbulkan persaingan pelayaran, maka saya yakin harga kebutuhan pokok di Kepulauan Aru akan turun dan menjangkau rakyat kecil kita,” Tutup Bupati.
Kendati demikian, dalam beberapa waktu belakangan ini, dampak dari penghentian beroperasinya Tol Laut di Aru sangat dirasakan masyarakat, sebab ketersediaan sejumlah komoditi kebutuhan pokok hampir tidak ada, sehingga berpengaruh pada lonjakan harga yang signifikan, seperti Cabai, Tomat, Bawang, minuman ringan dan sejumlah komiditi lainnya, termasuk harga ayam.
















