Ngaku Mobil Mewah Jenderal, Oknum Polisi Ngamuk Hajar 3 Pegawai SPBU, tak Diberi Isi BBM Pertalite

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TRIBUN-MEDAN.com – Seorang pria yang disebut-sebut oknum polisi naik pitam menghajar tiga pegawai SPBU.

Dia kesal karena tidak diberi mengisi bahan bakar bersubsidi atau Pertalite.
Masalahnya, barcode Pertamina yang diperlihatkan beda dengan kendaraan yang dibawa pelaku.

Kejadian ini terjadi di SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur
Usai mendapat lapiran, jajaran Bidpropam Polda Metro Jaya mendatangi SPBU yang jadi lokasi penganiayaan oleh oknum polisi.

Mereka datang pasca kasus pria diduga oknum anggota Porli melakukan penganiayaan kepada tiga pegawai SPBU pada Minggu (22/2/2026) sekira pukul 22.24 WIB.

Staf SPBU, Mukhlisin (38,) mengatakan, kedatangan anggota Bidpropam tersebut untuk meminta keterangan terkait kejadian penganiayaan yang dialami tiga orang rekannya.

Baca Juga:  Puskesmas Longgar Apara,Dirusak Orang Tak Dikenal

“Tadi dari Propam minta keterangan saja. Datang ke sini sekira jam 15.30 WIB, saya juga kaget habis Ashar ada orang pakai putih-putih (seragam Paminal),” kata Mukhlisin, Senin (23/2/2026).

Pelaku diduga merupakan anggota Polri karena saat kejadian sempat menyebut bahwa mobil yang dinaiki merupakan milik seorang jenderal, bahkan menyebut jabatan Kapolda.

Pun saat kejadian pelaku tidak mengenakan pakaian dinas atau atribut anggota Polri lainnya, nomor polisi kendaraan yang dinaiki juga bukan kendaraan operasional dinas.

“Dari pihak customer-nya itu menyebut ‘ini mobil jenderal’. Terus di video juga dia menyebut bilangnya ‘Kapolda’ gitu. Ada narasi, ada kata-kata Kapolda ketika dia membentak-bentak,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhamad Anik, Founder Anik Works Media dan Pengembang Ekosistem Bisnis Digital

Mukhlisin menuturkan, pelaku menganiaya ketiga rekannya lantaran emosi kendaraan mewah yang dinaiki dinyatakan petugas SPBU tidak dapat mengisi bahan bakar bersubsidi atau Pertalite.

Penyebabnya karena data kendaraan pada barcode Pertamina yang tercantum berbeda dengan mobil yang saat kejadian dinaiki, sehingga petugas mengarahkan untuk beralih ke BBM non subsidi.

“Total korbannya ada tiga. Satu operator, satu staf, satu lagi operator yang sebenarnya sudah istirahat. Cuma kan dia ketika ada ramai-ramai, dia ikut keluar. Jadi tiga orang,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel www.exposejargaria.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai Kejari Aru Dipecat
Setelah Diringkus,Jaksa Tetapkan Supardi Arifin Tersangka Korupsi Proyek 9,38 Miliar
Satu Tahun Dikejar,Buronan Kasus Korupsi Perpustakaan Aru Akhirnya Diringkus
Sidang Etik : Bripda MS Sampaikan Permintaan Maaf, Tak Ada Niat Hilangkan Nyawa Korban
Menkeu Purbaya: THR 2026 PNS, PPPK, TNI dan Polri Cair Minggu Pertama Puasa Ramadan
Komisi III DPR ke Hakim Kasus ABK 2 Ton Sabu: Hukuman Mati Alternatif Terakhir
Hadiri Pembukaan TMMD ke 127,Kaidel Bilang Kemanunggalan TNI-Rakyat Jadi Kuat
Bekas Perusahaan DGS Benjina Dilirik Investor,Kaidel : Berharap Sektor Perikanan Kembali Hidup
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:04 WIT

Pegawai Kejari Aru Dipecat

Senin, 20 April 2026 - 19:40 WIT

Setelah Diringkus,Jaksa Tetapkan Supardi Arifin Tersangka Korupsi Proyek 9,38 Miliar

Senin, 20 April 2026 - 17:02 WIT

Satu Tahun Dikejar,Buronan Kasus Korupsi Perpustakaan Aru Akhirnya Diringkus

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:12 WIT

Sidang Etik : Bripda MS Sampaikan Permintaan Maaf, Tak Ada Niat Hilangkan Nyawa Korban

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:25 WIT

Ngaku Mobil Mewah Jenderal, Oknum Polisi Ngamuk Hajar 3 Pegawai SPBU, tak Diberi Isi BBM Pertalite

Berita Terbaru

Hukum

Pegawai Kejari Aru Dipecat

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:04 WIT