KepulauanAru,ExposeJargaria.com-Selain Sumur Bor, progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni, hari demi hari terus mengalami peningkatan signifikan.
Hari ini, Senin (23/02/2026), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1503/Tual, tancap gas, melakukan pengecoran Slop beton sebagai bagian penting konstruksi suatu bangunan, sebelum pemasangan batu bata atau Batako.
Sementara pada sasaran 4 rumah milik Ibu Lenci Siarukin, Jalan Pendopo 1, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yang kemarin baru dilakukan penggalian kolom Pondasi, kini telah selesai dilakukan pengecoran cakar ayam dan pembuatan pondasi.
Dandim 1503/Tual selaku Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Andi Agussalim, melalui rilis yang diterima media ini, Senin (23/02/2026), mengapresiasi kerja keras Personil Satgas TMMD dan masyarakat, yang mana setiap hari bahu-membahu, bukan hanya mengejar progres pekerjaan Sumur Bor, tetapi juga pekerjaan Rumah Tidak Layak Huni, sehingga semua progres berjalan sesuai target yang telah direncanakan.
“Tiap hari progres di lapangan mengalami peningkatan, dan ini tidak terlepas dari semangat dan kerja keras Personil di lapangan bersama masyarakat setempat. Saya benar-benar sangat mengapresiasi kerja keras mereka,” ujarnya.
Menurut Dandim, dengan kerja sama yang solid antara satgas TMMD dan masyarakat, dirinya sangat optimis seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu.
Selain itu, ketersediaan material yang lancar sangat membantu percepatan pekerjaan di lapangan,” sambungnya.
Dandim berharap, melalui pelaksanaan TMMD ke-127 ini, manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta semakin mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.
Perlu diketahui bahwa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Program TMMD ke-127 Kodim 1503, khususnya di Pulau Wamar ada 6 unit rumah, yaitu Rumah Bapak Yacob Sahuleka di Komplek belakang Kantor Bupati, Kelurahan Siwalima, Rumah Bapak Karel Mantaiborbir di RT. 004/005 (Belakang Kantor BPJS), Kelurahan Siwalima, rumah Bapak Jefry Rahajaan di Kilo Meter 9, Desa Durjela, rumah Ibu Lenci Siarukin di Jl. Pendopo 1, komplek belakang Dewan Lama, Kelurahan Siwalima, rumah Ibu Janda Wa Ati di Kilo Meter 8, Desa Durjela, dan rumah seorang Anak Yatim Piatu, Muh ali Haji Adinara Rahabav di Komplek Kopi-kopi, Belakang Kantor Bupati, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
Sementara 3 unit rumah lainnya, dikabarkan akan dibangun di Desa Longgar dan Apara, Kecamatan Aru Tengah Selatan, sebagai desa terdampak konflik pada beberapa waktu lalu.(NM)
















