KepulauanAru,ExposeJargaria.com-Sejumlah mahasiswa Aru yang tergabung dalam Aksi Rakyat Aru Menggugat menggelar demonstrasi di depan jalan masuk gedung DPRD Aru (Selasa 15/9/202).
Aksi demonstrasi yang digelar ini merupakan bagian dari akumulasi kekecewaan mereka atas sikap ke 25 Anggota DPRD Aru yang dianggap tidak becus mempedulikan nasib rakyat, ditengah tengah berbagai bentuk persoalan yang akhir akhir ini terjadi.

Sejumlah persolan yang disuarakan diantaranya harga barang yang melonjak drastis,pembangunan tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyat,larangan galian C hingga menyulitkan masyarakat termasuk janji ganti rugi atas hilangnya pekerjaan sejumlah penggali batu dan pasir lokal beberapa waktu lalu yang belum direalisasikan.
Mereka menilai terjadinya sejumlah persoalan yang tak pernah berujung ini disebabkan hilangnya tugas dan fungsi DPRD sebagai wakil rakyat,lembaga dengan fungsi pengawasan ini dinilai tidak lagi mempedulikan nasib rakyat yang sedang menderita saat harga beras dipasar melonjak drastis di angka Rp 18000-2000 /kg.

Menurut pendemo,DPRD saat ini cenderung mendukung proses pembangunan fisik oleh pemerintah daerah ketimbang menyuarakan benerapa persoalan mendasar.
” Dewan hari ini lebih mementingkan pembangunan jalan jalan di kota Dobo ketimbang mensejahterakan masyarakat,harga barang melonjak tetapi tidak ada yang peduli,karena itu kita datang menuntut kepada Pemda dan dewan supaya masyarakat semua sejahtera ” ujar pendemo.(Yop)
















