KepulauanAru,ExposeJargaria.com-Demonstrasi yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam “Aksi Masyarakat Aru Menggugat ” di depan jalan masuk gedung DPRD Kepulauan Aru Selasa (15/9/2026) akhirnya berakhir dengan pemasangan sasi adat.
Pemasangan sasi adat dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sikap ke 25 Anggota DPRD Aru lantaran enggan mendengar aspirasi yang mereka sampaikan.
Sebelum memasang sasi adat,aksi demonstrasi yang tergabung antara mahasiswa GMNI dan SAPA melibatkan sejumlah pedagang serta para penggali batu, menyatakan mosi tidak percaya mereka kepada para Anggota DPRD Aru,mosi tidak percaya ini kemudian diluapkan melalui coretan pada dinding bagian atas gedung Botak yang bertuliskan “DPRD Aru Telah Mati”.

Usai melakukan pemasangan sasi adat,pendemo menegaskan sasi adat baru bisa akan dilepaskan setelah sejumlah poin tuntutan mereka diterima untuk selanjutnya diperjuangkan.
” sampai kalau dong su terima kita punya tuntutan baru sasi ini bisa dibuka,,kita tidak perlu uang kita hanya butuh keadilan ” ujar salah satu anggota aksi bernada kesal. (Yop)
















