Masih Jadi Tantangan,Stunting di Kepulauan Aru tercatat sebesar 37,6 persen

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KepulauanAru,ExposeJargaria.com-Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru Claudia Imarisa Kaidel menyampaikan bahwa stunting masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Perintah Daerah Kepulauan Aru. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Tahun 2024, prevalensi stunting di Kepulauan Aru tercatat sebesar 37,6 persen.

Sementara berdasarkan data aplikasi pencatatan gizi tahun 2025, angka tersebut berada pada 26,73 persen, sedangkan data tahun 2026 hingga saat ini tercatat sebesar 30,49 persen.
“Ini menunjukkan bahwa stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi urusan kita bersama sebagai lintas sektor,” ujarnya saat membawa sambutannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Aru sekaligus membuka Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS-TTB), Senin (5/10/2026) di lantai II Kantor BPKAD Aru.

Baca Juga:  SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Dorong Pembayaran Gaji ASN Kabupaten Kepulauan Aru Tepat Waktu

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah menargetkan prevalensi stunting secara nasional pada tahun 2029 sebesar 14,2 persen, sedangkan wasting ditargetkan sebesar 5 persen.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, serta intervensi yang dilakukan secara terpadu mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintah daerah.

Claudia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.Hal tersebut dinilai relevan bagi Kabupaten Kepulauan Aru yang merupakan wilayah kepulauan dan memiliki kerentanan terhadap berbagai kondisi kebencanaan.

Baca Juga:  Wakil Bupati Aru Pimpin Upacara Harhubnas ke 55

Karena itu Dinas Kesehatan diharapkan memperkuat pelayanan Posyandu dan antenatal care (ANC), pemberian pangan tambahan bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, serta penanganan kasus gizi buruk.

Menurutnya dengan memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Rakor tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan cakupan intervensi kesehatan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.exposejargaria.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemda Tinjau Posyandu Bina Mitra dan Pengecekan Meja 6 SPM di Kelurahan Galay Dubu
Wabup Aru Lantik Pengurus Pimpinan Daerah Wanita Islam Periode 2026-2029
Wakil Bupati: Posyandu Harus Menjadi Pusat Layanan Dasar
Ketua TP Posyandu Maluku Tinjau Pelaksanaan Posyandu 6 SPM Desa Wokam
Djumpa Dorong Kormi Memasyarakatkan Olahraga Rekreasi dan Tradisional
SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Dorong Pembayaran Gaji ASN Kabupaten Kepulauan Aru Tepat Waktu
Bupati Aru Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Persatuan Bangsa
Ambil Sumpah Janji 239 PPPK Paruh Waktu,Bupati Aru Tekankan Disiplin dan Tingkatkan Pelayanan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:35 WIT

Pemda Tinjau Posyandu Bina Mitra dan Pengecekan Meja 6 SPM di Kelurahan Galay Dubu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:26 WIT

Wabup Aru Lantik Pengurus Pimpinan Daerah Wanita Islam Periode 2026-2029

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:21 WIT

Wakil Bupati: Posyandu Harus Menjadi Pusat Layanan Dasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:33 WIT

Ketua TP Posyandu Maluku Tinjau Pelaksanaan Posyandu 6 SPM Desa Wokam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Djumpa Dorong Kormi Memasyarakatkan Olahraga Rekreasi dan Tradisional

Berita Terbaru

Uncategorized

Wakil Bupati: Posyandu Harus Menjadi Pusat Layanan Dasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:21 WIT