Maraknya Pengambilan Pasir Yang Tidak Terkendali,Resahkan Warga

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KepulauanAru,ExposeJargaria.com- Penggalian serta Pengambilan pasir yang marak dilakukan oleh sekelompok orang di pesisir pantai dusun Marbali kota Dobo,kian meresahkan warga.

Bagaimana tidak,aktifitas penambangan pasir ini tidak dapat dikendalikan lagi oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Aru,bahkan pihak terkait,faktanya meski aktifitas pengambilan pasir marak dan sering disuarakan di platform media sosial namun seakan isue ancaman kerusakan lingkungan ini tidak ada perhatian bahkan kepedulian apapun.

Kondisi ini mengakibatkan kekhawatiran warga setempat terhadap ancaman rusaknya talud penambahan ombak di sepanjang pesisir pantai dusun marbali yang bisa saja memicu terjadinya banjir bandang saat pasangnya air laut musim barat.

” Sebagai warga setempat kami sangat resah,tapi kami tidak bisa bikin apapa,mereka sudah kami tegur namun mungkin alasan lain mereka tidak peduli dengan kami,padahal ini jelas jelas mengancam kami,yang kami takutkan tanggul rusak dan air laut musim barat masuk merendam kami ” ujar salah satu warga dusun marbali dengan nada penyesalan kepada media ini seraya enggan menyebut identitasnya.

Baca Juga:  Bupati Target Oktober Ini 26 Unit Rumah Korban Konflik Rampung

Menurutnya,aksi pengambilan pasir ini terjadi hampir setiap hari baik siang maupun malam,para pelaku pengambilan pasir datang dari berbagai tempat dengan alasan untuk kebutuhan rumah,namun sayangnya setelah ditelusuri ternyata untuk dijual.

” Hampir setiap hari Katong (kami) lihat dong ambil pasir siang maupun malam,baru yang datang ini segala orang,ada yang bilang untuk kebutuhan rumah,eh padahal Katong (kami) ikut dong (mereka) bawa pasir pasir itu memang sampe di dong (mereka) depan rumah tapi ada truk yang datang untuk beli ” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Aru Berharap,Investor Perikanan Jadi Bapa Angkat Bagi Nelayan Pesisir

Dia mengaku,akibat kondisi ini tahun lalu talud penahan ombak di pesisir pantai pada bagian Tempat Pemakan Umum (TPU) jebol hingga air pasang masuk dan merendam pekuburan yang ada disana.

” tahun lalu orang orang mati terendam air,jangan sampai kami orang orang hidup juga demikian ” pungkasnya.

Karena itu dirinya meminta perhatian serius pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terhadap aktifitas pengambilan pasir disana.

” Katong (kami) minta pemerintah daerah cobalah melihat hal ini,paling tidak datang lihat lalu menegur atau melarang mereka sebab kami disini juga tidak bisa berbicara banyak,mereka datang ambil pasir dan pulang,sementara kami yang tinggal disini nanti kena dampaknya ” tandasnya.(yop)

Follow WhatsApp Channel www.exposejargaria.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meroketnya Harga Barang di Dobo Ternyata Ini Penyebabnya
Kesal Dengan Sikap Wakil Rakyat,Kantor DPRD Aru Disasi,Ada Tulisan Ini di Atas Gedungnya
Aksi Rakyat Aru Menggugat Sejumlah Persoalan Daerah,DPRD Dianggap Paling Bertanggungjawab
Serahkan Bansos Rp553 Juta, Wakil Bupati Ajak Warga Mandiri Ekonomi dan Jaga Kelestarian Laut Aru
Bupati Target Oktober Ini 26 Unit Rumah Korban Konflik Rampung
Hadiri Temu Raya Pengasuh SMTPI GPM Pulau-Pulau Aru,Kaidel Dorong Penguatan Pendidikan Iman Anak
Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II, Kaidel Tekankan Integritas-Percepatan Kinerja
Secara Simbolis,Bupati Aru Serahkan Remisi Umum Bagi 52 Warga Binaan Lapas Dobo
Berita ini 49 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:43 WIT

Meroketnya Harga Barang di Dobo Ternyata Ini Penyebabnya

Selasa, 15 September 2026 - 20:13 WIT

Kesal Dengan Sikap Wakil Rakyat,Kantor DPRD Aru Disasi,Ada Tulisan Ini di Atas Gedungnya

Selasa, 15 September 2026 - 20:03 WIT

Aksi Rakyat Aru Menggugat Sejumlah Persoalan Daerah,DPRD Dianggap Paling Bertanggungjawab

Minggu, 13 September 2026 - 08:13 WIT

Serahkan Bansos Rp553 Juta, Wakil Bupati Ajak Warga Mandiri Ekonomi dan Jaga Kelestarian Laut Aru

Selasa, 8 September 2026 - 14:51 WIT

Bupati Target Oktober Ini 26 Unit Rumah Korban Konflik Rampung

Berita Terbaru

Uncategorized

Wakil Bupati: Posyandu Harus Menjadi Pusat Layanan Dasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:21 WIT