KepulauanAru,ExposeJargaria.com- Penggalian serta Pengambilan pasir yang marak dilakukan oleh sekelompok orang di pesisir pantai dusun Marbali kota Dobo,kian meresahkan warga.
Bagaimana tidak,aktifitas penambangan pasir ini tidak dapat dikendalikan lagi oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Aru,bahkan pihak terkait,faktanya meski aktifitas pengambilan pasir marak dan sering disuarakan di platform media sosial namun seakan isue ancaman kerusakan lingkungan ini tidak ada perhatian bahkan kepedulian apapun.
Kondisi ini mengakibatkan kekhawatiran warga setempat terhadap ancaman rusaknya talud penambahan ombak di sepanjang pesisir pantai dusun marbali yang bisa saja memicu terjadinya banjir bandang saat pasangnya air laut musim barat.
” Sebagai warga setempat kami sangat resah,tapi kami tidak bisa bikin apapa,mereka sudah kami tegur namun mungkin alasan lain mereka tidak peduli dengan kami,padahal ini jelas jelas mengancam kami,yang kami takutkan tanggul rusak dan air laut musim barat masuk merendam kami ” ujar salah satu warga dusun marbali dengan nada penyesalan kepada media ini seraya enggan menyebut identitasnya.
Menurutnya,aksi pengambilan pasir ini terjadi hampir setiap hari baik siang maupun malam,para pelaku pengambilan pasir datang dari berbagai tempat dengan alasan untuk kebutuhan rumah,namun sayangnya setelah ditelusuri ternyata untuk dijual.
” Hampir setiap hari Katong (kami) lihat dong ambil pasir siang maupun malam,baru yang datang ini segala orang,ada yang bilang untuk kebutuhan rumah,eh padahal Katong (kami) ikut dong (mereka) bawa pasir pasir itu memang sampe di dong (mereka) depan rumah tapi ada truk yang datang untuk beli ” ungkapnya.
Dia mengaku,akibat kondisi ini tahun lalu talud penahan ombak di pesisir pantai pada bagian Tempat Pemakan Umum (TPU) jebol hingga air pasang masuk dan merendam pekuburan yang ada disana.
” tahun lalu orang orang mati terendam air,jangan sampai kami orang orang hidup juga demikian ” pungkasnya.
Karena itu dirinya meminta perhatian serius pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terhadap aktifitas pengambilan pasir disana.
” Katong (kami) minta pemerintah daerah cobalah melihat hal ini,paling tidak datang lihat lalu menegur atau melarang mereka sebab kami disini juga tidak bisa berbicara banyak,mereka datang ambil pasir dan pulang,sementara kami yang tinggal disini nanti kena dampaknya ” tandasnya.(yop)
















